Melihat dari Dekat SDN Tersehat di Kalsel
Rabu, 15 April 2009 | 06:15 WITA
Dibaca 15 kali
Cetak Artikel
Cetak Artikel
LETAKNYA memang di pinggiran kota Pelaihari Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalsel. Berada di jalan kecil yang jauh dari hiruk pikuk kesibukan warga kota. SDN Atu-Atu. Kendati di pinggiran, namun sekolah ini memiliki prestasi menawan.
Sekolah yang dipimpin Sri Siswaningsih itu terpilih sebagai sekolah tersehat di Kalsel dan mewakili provinsi pada Lomba Sekolah Sehat tingkat nasional tahun ini. Tahun 2005 silam, sekolah ini juga pernah menempati juara III Sekolah Sehat tingkat provinsi.
Tak keliru sekolah di Desa Atu-Atu Kecamatan Pelaihari tersebut menyandang predikat sekolah terbersih di banua ini. Pasalnya, keadaan fisik (bangunan maupun lingkungan) sekolah benarbenar sehat.
Suasana asri bahkan telah terperi sebelum langkah kaki menapaki area sekolah. Jalan menuju sekolah sepanjang 100an meter terlihat rapi, kendati lapisan aspalnya masih terkoyak-koyak. Tak terlihat sampah.
Pagar beton yang indah seolah menyapa tiap tamu yang datang. Suasana asri kian terasa. Halaman sekolah yang cukup luas, bersih dan rapi. Bunga-bunga dan tanaman penghijauan tumbuh subur dan terawat. Tak terihat dedaunan yang berserakan.
Di depan gedung sekolah (dua unit) terdapat jalan setapak beton yang dipagari tanaman hias dan dipayungi pepohonan penghijauan. Ada kolam kecil berisi ikan emas di sudut bangunan sekolah yang berbentuk leter 'L."
Keramik lantai teras mengkilap. Sepatu siswa berjejer rapi di rak sepatu yang teronggok di depan tiap ruang kelas. Di dinding depan ruangan kantor terpajang beragam informasi, seperti, Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah. Imbauan kawasan bebas rokok juga terpampang dimana-mana.
Keelokan tak cuma di bagian depan sekolah. Di sudut area sekolah yang merupakan tempat bangunan WC (wote cloust) pun indah. Tak cuma bersih, tapi juga asri karena dikelilngi tanama hias.
Jumlah kamar WC yang dimiliki SDN Atu-Atu lumayan banyak, 13 kamar tang terpisah di dua tempat; di samping kanan gedung sekolah (tiga WC menempel dengan gedung, 7 kamar terpisah atau bangunan tersendiri) dan di belakang gedung sekolah. Hebatnya lagi, WC tersebut dipisah antara pria dan wanita.
Kok WCnya banyak sekali? "Kan memang begitu standarnya untuk hidup sehat. Idealnya satu kamar WC itu kan hanya menampung 20-25 orang," ucap Kepsek SDN Atu-Atu Sri Siswaningsih seraya mengatakan jumlah total muridnya 276 orang.
Sri mengatakan penghijauan/keasrian dan kebersihan di lingkungan sekolahnya diterapkan sejak awal sekolahnya didirikan tahun 1999 silam. Bukan untuk mengejar penghargaan, tapi untuk mewujudkan sekolah yang sehat sehingga sekolah bisa menjadi rumah yang nyaman bagi murid dan guru. Jika itu bisa diujudkan dengan sendirinya kegiatan belajar-mengajar bisa dilaksanakan secara maksimal. Outputnya adalah lulusan yang berkualitas dan guru yang profesional.
Tak gampang mewujudkan keasrian tersebut. Sri harus memutar otak, termasuk untuk membangun WC yang sebagian dari hasil swadaya wali murid. "Materialnya ngebon semua di toko."
Pun untuk membangun gedung TK yang dirintis sejak 2003 silam. "Tanahnya juga ngutang, karena tak mampu beli kontan. Sampai sekarang cicilannya belum lunas," tutur Sri.
Sabtu, 17 April 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
salam. Saya berharap anak saya bisa diterima di SDN Atu-atu semester 2 ini. kami pindahan dari Bekasi, Jawa Barat.
BalasHapusSalam Blogger,
Aniek L.dwinanto
www.dwinantofamily.blogspot.com