Sabtu, 17 April 2010

Siswa Miskin Bolah Tak Bayar Iuran SDN Atuatu

PELAIHARI, SELASA - Uang untuk iuran beli tanah dan pembuatan pagar sebesar Rp350 ribu yang diberlakukan pihak SDN Atuatu ternyata telah diamini Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tanahlaut (Tala).

Kepala Disdik Tala, H Hasbullah Mahlan mengatakan, Selasa (13/4/2010) iuran tersebut telah prosedural karena dibahas dan ditetapkan bersama komite sekolah. Sifatnya pun tidak mutlak, siswa dari keluarga miskin tidak diharuskan membayar iuran tersebut asalkan bisa memperlihatkan surat keterangan tidak mampu.

(idda royani)


Pungutan SDN Atuatu, Buat Gundah Orangtua Murid


net
Ilustrasi

PELAIHARI, SELASA - Sebagian wali murid SDN Atuatu Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalsel saat ini dilanda kegundahan menyusul kembali adanya pungutan pihak sekolah sebesar Rp 350 ribu yang mulai dibayar sejak April ini.

Pungutan itu untuk keperluan membeli tanah dan membayar utang biaya pembuatan pagar. Pugutan tersebut dinyatakan sah karena menurut keterangan pihak sekolah sudah melalui hasil rapat yang dihadiri perwakilan wali murid.

Padahal sejumlah wali murid mengaku sama sekali tidak mengetahui rapat tersebut.

(idda royani)
PELAIHARI, SELASA - Aktivitas belajar-mengajar sebagian murid SDN Atu-atu kurang optimal. Pasalnya mereka (siswa kelas II) tak kebagian ruang kelas dan mesti belajar di rumah dinas guru setempat.

Kondisi itu akibat sekolah favorit yang mewakili Kalsel pada Lomba Sekolah Sehat tingkat nasional 2009 itu kelebihan murid.

Sejak terpilih sebagai sekolah tersehat di Kalsel dan mewakili ke tingkat nasional, sekolah yang berada di pinggiran kota Pelaihari itu langsung menyedot perhatian warga Tala.

Pada penerimaan murid baru pertengahan tahun tadi, para orang tua ramai-ramai mendaftarkan anaknya di sekolah tersebut.


(IDDA ROYANI)
Melihat dari Dekat SDN Tersehat di Kalsel
Rabu, 15 April 2009 | 06:15 WITA
Dibaca 15 kali
Cetak Artikel
Cetak Artikel

LETAKNYA memang di pinggiran kota Pelaihari Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalsel. Berada di jalan kecil yang jauh dari hiruk pikuk kesibukan warga kota. SDN Atu-Atu. Kendati di pinggiran, namun sekolah ini memiliki prestasi menawan.

Sekolah yang dipimpin Sri Siswaningsih itu terpilih sebagai sekolah tersehat di Kalsel dan mewakili provinsi pada Lomba Sekolah Sehat tingkat nasional tahun ini. Tahun 2005 silam, sekolah ini juga pernah menempati juara III Sekolah Sehat tingkat provinsi.

Tak keliru sekolah di Desa Atu-Atu Kecamatan Pelaihari tersebut menyandang predikat sekolah terbersih di banua ini. Pasalnya, keadaan fisik (bangunan maupun lingkungan) sekolah benarbenar sehat.

Suasana asri bahkan telah terperi sebelum langkah kaki menapaki area sekolah. Jalan menuju sekolah sepanjang 100an meter terlihat rapi, kendati lapisan aspalnya masih terkoyak-koyak. Tak terlihat sampah.

Pagar beton yang indah seolah menyapa tiap tamu yang datang. Suasana asri kian terasa. Halaman sekolah yang cukup luas, bersih dan rapi. Bunga-bunga dan tanaman penghijauan tumbuh subur dan terawat. Tak terihat dedaunan yang berserakan.

Di depan gedung sekolah (dua unit) terdapat jalan setapak beton yang dipagari tanaman hias dan dipayungi pepohonan penghijauan. Ada kolam kecil berisi ikan emas di sudut bangunan sekolah yang berbentuk leter 'L."

Keramik lantai teras mengkilap. Sepatu siswa berjejer rapi di rak sepatu yang teronggok di depan tiap ruang kelas. Di dinding depan ruangan kantor terpajang beragam informasi, seperti, Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah. Imbauan kawasan bebas rokok juga terpampang dimana-mana.

Keelokan tak cuma di bagian depan sekolah. Di sudut area sekolah yang merupakan tempat bangunan WC (wote cloust) pun indah. Tak cuma bersih, tapi juga asri karena dikelilngi tanama hias.

Jumlah kamar WC yang dimiliki SDN Atu-Atu lumayan banyak, 13 kamar tang terpisah di dua tempat; di samping kanan gedung sekolah (tiga WC menempel dengan gedung, 7 kamar terpisah atau bangunan tersendiri) dan di belakang gedung sekolah. Hebatnya lagi, WC tersebut dipisah antara pria dan wanita.

Kok WCnya banyak sekali? "Kan memang begitu standarnya untuk hidup sehat. Idealnya satu kamar WC itu kan hanya menampung 20-25 orang," ucap Kepsek SDN Atu-Atu Sri Siswaningsih seraya mengatakan jumlah total muridnya 276 orang.

Sri mengatakan penghijauan/keasrian dan kebersihan di lingkungan sekolahnya diterapkan sejak awal sekolahnya didirikan tahun 1999 silam. Bukan untuk mengejar penghargaan, tapi untuk mewujudkan sekolah yang sehat sehingga sekolah bisa menjadi rumah yang nyaman bagi murid dan guru. Jika itu bisa diujudkan dengan sendirinya kegiatan belajar-mengajar bisa dilaksanakan secara maksimal. Outputnya adalah lulusan yang berkualitas dan guru yang profesional.

Tak gampang mewujudkan keasrian tersebut. Sri harus memutar otak, termasuk untuk membangun WC yang sebagian dari hasil swadaya wali murid. "Materialnya ngebon semua di toko."

Pun untuk membangun gedung TK yang dirintis sejak 2003 silam. "Tanahnya juga ngutang, karena tak mampu beli kontan. Sampai sekarang cicilannya belum lunas," tutur Sri.

bpost bicara

SDN Atu-Atu Dipenuhi Sampah Organik-Anorganik
Kamis, 7 Mei 2009 | 06:33 WITA
Dibaca 49 kali
Cetak Artikel
Cetak Artikel

PELAIHARI, KAMIS - Pembenahan fisik di lingkungan SDN Atu-Atu terus dilakukan Pemkab Tanahlaut. Setelah taman, kini giliran sampah yang ditangani secara intensif melalui pemilahan antara sampah organik dan anorganik.

Pantauan BPost, di depan tiap ruang kelas sekarang telah teronggok bak sampah berbahan plastik berpenutup yang sering dipergunakan di lingkungan perkantoran. Tertera tulisan 'sampah organik' dan 'sampah anorganik' pada bagian terluar bak sampah itu.

Beberapa siswa setempat juga terlihat tertib membuang dan memilah sampah ke bak sampah tersebut. "Anorganik. Nah, di sini membuangnya," ucap seorang murid laki-laki kepada temannya saat membuang sampah plastik bekas makanan, kemarin.

Itulah pemandangan baru di lingkungan SDN Atu-Atu. Sekolah di pinggiran kota Pelaihari tersebut terlihat makin terlihat memesona. Lingkungan sekolah bersih, rapi, dan indah oleh taman dan tanaman penghijauan.

Pagar depan kini juga terlihat mentereng, karena baru disempurnakan dan di cat oleh Dinas PU Tala. Gedung sekolah kini juga terlihat jelas dari jalan Kolonel Soepirman (jalan poros di Desa Atu-Atu) setelah rerumputan pada lahan kosong di tepian jalan setempat ditebas. Sekedar diketahui, SDN Atu-Atu berada di belakang lahan kosong milik warga atau 100an meter dari jalan poros.

Pemkab Tala terus memoles fisik sekolah itu, karena tahun ini terpilih mewakili Kalsel pada ajang lomba Sekolah Sehat tingkat nasional. Tim penilai dari pusat kabarnya tidak lama lagi akan datang.

Setelah beberapa waktu lalu Bupati H Adriansyah yang mengunjungi SDN Atu-Atu, dua hari lalu giliran Ketua GN-OTA sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Tala Hj Jumini Adriansyah yang datang.

Kehadiran Hj Jumini selain untuk memberikan semangat bagi para guru setempat, juga menyerahkan beasiswa bagi 10 orang murid setempat dari GN-OTA. Sementara dari Tim PKK Tala, Jumini menyerahkan peralatan kebersihan (sapu dan ember).

First lady di Bumi Tuntung Pandang itu mengatakan pihak SDN Atu-Atu tak perlu ngoyo atau terbebani oleh ajang lomba tersebut. "Secara fisik saya lihat sudah cukup bagus. Terpenting adalah perilaku murid, tinggal terus dipupuk dan ditanamkan pada murid untuk terus hidup dengan kebiasaan yang baik. Contohnya membuang sampah secara tertib."

Hal senada diutarakan Kadisdik H Hasbullah Mahlan. "Hadapi event lomba ini seperti kondisi biasanya. Upaya memang terus kita lakukan, tapi jangan terlalu memikirkan persyaratan ini-itu, tampilkan apa adanya. Insya Allah itu akan membuahkan hasil yang baik pula."

Prestasi SDN Atu-Atu memang luar biasa. Kendati usianya relatif muda dibandingkan SDN lainnya di Kota Pelaihari, namun sekolah yang didirikan 1999 silam ini telah menjadi yang terdepan dalam banyak hal, terutama kebersihan dan kedisiplinan.

Jauh hari sebelum terpilih sebagai sekolah terbersih di Tala dan tingkat provinsi, kondisi fisik sekolah itu memang selalu bersih dan rapi. Tingginya gotong royong dewan guru dan partisipasi aktif wali murid merupakan modal dasarnya.

SDN Atu-atu

semua berawal dari kekompakan para dewan guru yang solid.....
dan seorang kepala sekolah yang telaten dan cerdas,.,,, maka berdiri sebuah sekolah yang baru dan berkembang pesat menjadi sekolah yang besar

let's see